JURNAL PERCOBAAN 5 PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

NAMA
: ADINDA PUTRI
NIM : A1C118008
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL,M.Si
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
PERCOBAAN
IV
I.
Judul : Pembuatan Senyawa Organik
Asam Benzoat dan Benzil Alkohol
II.
Hari/Tanggal : Kamis , 11 November 2020
III.
Tujuan : Adapun tujuan percobaan ini
adalah
1. Dapat
memahami reaksi oksidasi dan reduksi aldehid yang tidak memiliki H alfa.
2. Dapat
memahami reaksi yang terjadi pada senyawa aldehid akibat penambahan basa kuat.
3. Dapat
Mempelajari cara pembuat asam benzoate dan benzil alcohol.
IV.
Landasan teori :
Asam
benzoate adalah senyawa organic berwujud padat ,warna putih dan berbau
memyengat dengan titik leleh 122-123 ◦C dan kristal berbentuk
monoklin . Dalam kehidupan sehari-hari banyak digunakan sebagai bahan pengawet
makanan dan bahan obat-obatan . benzil alcohol pada suhu kamar berwujud cair
dan tak berwarna. Kedua senyawa tersebut dapat dibuat Bersama – sama dari bahan
benzaldehida yang ditambahkan basa kuat dan dipanaskan . Benzaldehida adalah
suatu senyawa aldehida yang memiliki gugus fungsi karbonil dan dapat mengalami
reaksi adisi nukleofilik dengan nukleofil seperti OH , CN ,NH3 ,ion
C-. Ion karbon karbon dapat dihasilkan dari reaksi senyawa aldehida
yang memiliki H alfa dengan suatu basa kuat . ion karbon yang terbentuk dapat
bereaksi lebih lanjut dengan aldehida untuk kemudian membentuk senyawa
B-hidroksi aldehid . Tipe reaksi ini lebih dikenal dengan nama kondensasi
aldol. Senyawa aldehid yang tidak memiliki hydrogen alfa tak mengalami reaksi
tersebut. Pada penambahan basa kuat terhadap senyawa ini akan terjadi reaksi
reduksi yang menghasilkan senyawa alcohol dan garam karboksilat. Jika reaksi
ini disertai dengan pemanasan maka akan terjadi reaksi disproporsional dimana Sebagian
aldehida akan teoksidasi dan Sebagian lagi tereduksi . Reaksi ini yang dikenal
sebagai reaksi cannizarro . Benzil alcohol dalam percobaan ini dibuat dengan
cara mereaksikan suatu aldehida aromatis dengan suatu basa kuat ( Tim Kimia
Organik,2020).
Percobaan
sintesis asam benzoat dan benzil alcohol
membutuhkan proses refluks untuk ekstraksi dan proses rekristalisasi untuk
memurnikan hasil kristal yang diperoleh . Refluks adalah salah satu metode
dalam ilmu kimia untuk mensintensis senyawa-senyawa yang mudah menguap atau
volatile. Rekristalisasi merupakan proses lanjutan dari kristalisasi .
Rekristalisasi dapat bekerja lebih sempurna dan cepat apabila proses pelarutan
dilakukan pada suhu yang lebih tinggi ( Fesenden, 2003).
Asam
benzoate memiliki berat molekul 122,22 berupa padatan kristal putih mempunyai
titik leleh 122,4 ◦C dan titik didih 249,2 ◦C
,tersublimasi pada suhu 100◦C dan bersifat folatil.Asam benzoate
sedikit terlarut dalam air dingin, namun terlarut dalam air panas , alcohol,
maupun ester . Asam benzoate dapat digunakan sebagai pengawet makanan dan pasta
parfum. Benzil alcohol dengan nama lain
alfa hidroksitoluena , fenil methanol ,fenil karbinol mempunyai rumus molekul C6H5
CH2OH dengan berat molekul 108,13 berupa cairan yang berwarna
putih . benzil alcohol memiliki titik leleh 15,19 titik didih 204,7◦C
,larut dalam air ,alcohol eter dan kloroform
( Sophia ,2015).
Suatu molekul aldehida teroksidasi
menjadi asam dan yang lainnya tereduksi menjadi alcohol primer, maka reaksi ini
bisa dikenal dengan reaksi Canizzaro, dimana reaksi ini adalah reaksi yang
melibatkan peralihan hidrida dari molekul aldehida yang tidak memiliki hydrogen
alfa, contohnya HCHO, R3CCHO, ArCHO ke molekul kedua, yaitu baik aldehida yang
sama atau disporsionasi maupun terkadang kemolekul aldehida lainnya. Hidrida
dapat berasal dari senyawa 1 atau 2, dimana reaksi yang berada di hidrida dari
senyawa 1 akan diikuti dengan peralihan hidrida secara lambat ke atom karbonil
molekul aldehid kedua sehingga membentuk senyawa 3 dan 4 (Sudjaji,2015).
Asam benzoate adalah zat pengawet
yang sering dipergunakan dalam saos dan sambal. Asam benzoate juga biasa
disebut dengan senyawa antimikroba karena tujuan penggunaan zat pengawet ini
dalam kedua makanan untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri terutama
untuk makana yang telah dibuka kemasannya. Untuk pembatasan penggunakan asam
benzoate bertujuan supaya tidak terjadi keracunan. Konsumsi berlebihan asam
benzoate yang zecara berlebihan tidak dianjurkan dikarenakan pengawet yang
masuk kedalam tubuh kita akan bertambah dengan semakin banyak dan seringnya
mengkonsumsi, apalagi kalai dibarengi dengan konsumsi makanan awetan lainnya
yang mengandung asam benzoate. Pada manusia dosis toksiknya adalah 6mg/kg berat
badan melalui injeksi kulit tetapi untuk pemasukan melalui mulut sebanyak 5mg
sampai 10mg/hari dan selama beberapa hari asam benzoate dalam tubuh
tidak mempunyai efek negative ataupun merugikan terhadap kesehatan (Astawan,
2015).
Alat
dan Bahan
a. Alat
- Erlenmeyer
250 ml
- Labu
dasar datar 300 ml
- Corong
pisah
- Pendingin
air (kondensor)
- Labu
destilasi
- termometer
b. Bahan
- 27
gr KOH padat
- 29
ml Benzaldehid
- 120
ml Eter
- 20
ml larutan Natrium bisulfid
- 10
ml larutan Natrium karbonat
- 5
gr MgSO4
- 75
ml Asam klorida pekat
VI. Prosedur
Kerja
1. Larutkan
27 gram kalium hidroksida padat dalam 25 ml air dalam sebuah erlenmeyer.
2. Tuangkan
larutan kalium ini ke dalam sebuah lagu dasar datar yang berisi 29 ml
benzaldehid yang baru di destilasi.
3. Kocok
sampai terjadi emulsi, diamkan selama 10 jam dalam sebuah tempat yang tertutup rapat.
4. Tambahkan
air kira-kira 110 ml untuk melarutkan endapan kalium benzoat yang terjadi.
5. Pindahkan
larutan tadi ke dalam corong pisah, kemudian ekstraksi tiga kali, masing-masing
dengan 30 ml eter.
6. Kocok
kuat-kuat, diamkan sebentar sehingga terjadi dua lapisan cairan, yaitu lapisan
larutan dalam eter dan lapisan larutan dalam air.
7. Bisakan
kedua lapisan tadi, kemudian dikerjakan tiap-tiap lapisan tadi melalui proses
tertentu.
8. Ekstraksi
larutan dalam eter (lapisan atas) dimasukkan ke dalam labu destilasi, untuk
memisahkan edarnya dengan jalan destilasi sampai volumenya tinggal 300 ml.
9. Dinginkan
sisa-sisa destilasi ini dan cocok beberapa kali masing-masing dengan
menambahkan 5 ml larutan jenuh natrium bisulfit, untuk mengusir sisa
benzaldehid yang masih ada.
10. Cuci
dengan 10 ml larutan natrium karbonat (10%), kemudian dikeringkan dengan
menambahkan 5 gram anhidrida magnesium sulfat.
11. Saring
dan destilat nya langsung ditampung dalam labu destilasi.
12. Destilasi
untuk memisahkan eter yang masih ada, dengan memanaskan nya di atas penangas
air, teruskan destilasi tersebut untuk mendapatkan destilat benzaldehid pada
temperatur 200-206°C pada wajan yang bersih.
13. Bila
benzaldehid yang ditampung itu tidak pada temperatur 200 °C, berarti belum
murni perlu dimurnikan kembali dengan mendestilasi lagi istilah tersebut.
14. Bila
destilat ditampung pada temperatur mendekati titik didih benzaldehid, periksa
kemerdekaan dengan melihat indeks biasnya.
15. Larutan
dalam air yang disimpan (lapisan bawah) yaitu kalium benzoat ke dalam satu
campuran 75 ml asam klorida pekat dalam 75 ml air sambil diaduk dan ditambah
100 gram es.
16. Terjadi
endapan asam benzoat, disaring,dicuci dengan air kemudian diuapkan untuk
mendapatkan kristal asam benzoate.
17. Periksa
titik lelehnya.
Link vedeo terkait :
https://youtu.be/FHiKok6tAOY
Pertanyaan
praktikum :
1. Bagaimana
peran dari MgSO4 di gantikan dengan CuSO4?
2. Bagaimana
jika tidak dilakukan penambahan KOH pada reaksi pembuatan senyawa organik asam
benzoat dan benzil alkohol?
3.
Pada praktikum kali ini, mengapa pada larutan benzyl alcohol dalam eter harus
ditambahkan larutan natrium bisulfit sebelum proses lebih lanjut?
Saya Bella akan mencoba menjawab pertanyaan no.2.
BalasHapusPenggunaan KOH disini sangat penting dimana KOH menjadi katalis dalam reaksi dan juga KOH melakukan pendonoran OH nya.
Jika tidak ditambahkan KOH reaksi akan berjalan lambat dan tidak maksimal dalam menghasilkan senyawa yang diinginkan.
Terimakasih
Baiklah saya Mashita A1C118083 akan mencoba menjawab permasalahan no 3
BalasHapusFungsi penambahan natrium bisulfit disini untuk terhadap benzoyl alkohol yang ada Dieter itu dapat mengusir sisa benzaldehida yang masih ada , jadi natrium bisulfit bersifat membersihkan
Terimakasih
Saya Jony Erwin (098) akan menjawab permasalahan no 1
BalasHapusDimana peran MgSO4 digantikan dengan CuSO4 agar sebagai oksidatif dalam sintesis ini dan juga agar dapat mengoksidasi toluena dengan baik