JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 1 PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT

 

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II 

PERCOBAAN 1

PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT

 


 




 

                                                      DISUSUN OLEH :

 NAMA : ADINDA PUTRI

                                                             NIM     : A1C118008

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL,M.Si

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

 

 

PERCOBAAN I

I.                    Judul                : Pembuatan Senyawa Organik Asam Pikrat

II.                 Hari/Tanggal    : kamis , 8 oktober 2020

III.              Tujuan              : Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :

1.      Dapat mengetahui dan memahami salah satu reaksi subsitusi elektrofilik pada senyawa aromatic.

2.      Dapat mengetahui dan memahami sifat kearmatikan dari senyawa aromatic yang tersubsitusi.

IV.              Landasan teori :

 

Senyawa aromatik merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai sifat yang mirip dengan sifat benzene .Senyawa hidrokarbon aromatik jika mengalami reaksi ,maka reaksi yang dialami cenderung reaksi subsitusi elektrofilik. Benzene yang merupakan  senyawa aromatic yang memiliki rumus molekul C6H6 bisa mengalami reaksi subsitusi ,antara lain reaksi nitrasi menghasilkan Nitrobenzen, reaksi sulfonasi dan halogenasi yang masing-masing menghasilkan asam benzenesulfonate dan seperti bromobenzene. Asam pikrat (2,4,6-trinitrofenol) yaitu suatu turunan dari fenol. Reaksi pembentukan dari asam pikrat dari fenol tidak dapat diperoleh langsung dari asam nitrat fenol  karena fenol terlalu sensitif terhadap reaksi oksidasi ,maka dalam prosedurnya fenol harus terlebih dahulu disulfonasi untuk pembentukan 2,4-disulfonat dan kemudian ditambah asam nitrat untuk reaksi campuran (Tim Kimia Organik II,2020)

Asam pikrat juga memiliki sifat mudah meledak ,asam pikrat  merupakan produk sintesis secara elektrofilik antara asam nitrat dan fenol hingga menghasilkan 2,4,6-trinitrofenol . Asam pikrat memiliki karakteristik fisik berupa kristalin  yang berwarna kuning dan merupakan senyawa yang sangat beracun .Reaksi subsitusi elektrofilik aromatic terjadi Ketika pindahnya atom hydrogen (proton) aromatic oleh suatu gugus atau spesi elektrofilik. Pembuatan asam pikrat didasarkan pada reaksi subsitusi elektrofilik dengan penambahan fenol HNO3 serta H2SO4 kedalam campurannya (Harvey,2000).

Asam pikrat memiliki kegunaan yaitu  sebagai bahan peledak dan juga telah digunakan dalam pengobatan (antiseptic, luka bakar ) pewarna, dan sebagai bahan kimia . Dalam suhu 20C kelarutan asam pikrat dalam air sedikit larut . asam pikrat dapat larut baik dalam pelarut organik terutama aseton (43 gr dalam 100 gr) pada suhu 25C, methanol (21 gr dalam 100 gr) pada suhu  25C (Lestarini ,2019).

Fenol adalah  senyawa fenolik dasar yaitu senyawa alcohol aromatic yang dapat berupa padatan kristal putih dengan bau yang khas , fenol dilaksifikasikan kedalam senyawa yang bersifat toksit, korosif dan karsinogenikdan mutagenic.senyawa fenol dapat dalam limbah industry obat-obatan ,industry plastik, industry batubara ,industry kimia, industry bahan peledak dan industry tekstil. Senyawa fenol murni memiliki nama lain yaitu  asam karbolat ,benzwnol,monohidroksi benzene ( Luvita, 2012).

       Fenol memiliki sifat keasaman yang lebih besar dari pada air dan alcohol yang lebih besar dari pada air dan alcohol , data yang didapat menunjukkan keasaman fenol satu juta kali lebih asam dari pada alcohol. Kenyataanya , beberapa senyawa fenol seperti 2,4,6 trinitrofenol bahkan mempunyai keasaman lebih besar dari pada asam karboksilat . Fenol bersifat lebih asam dari alcohol karena anion fenoksi distabilkan oleh adanya resonasi (Riswiyanto,2019).

V.                Alat dan Bahan

 5.1 Alat

-          Labu dasar datar 1 liter

-          Corong Buchner

-          Corong ꝋ 7 cm

-          Balok kayu 10 ×10×3 cm2

-          Gelas piala 200 ml

 

5.2  Bahan

-          8 gr fenol

-          10 ml asam sulfat pekat

-          30 ml asam nitrat pekat


 

VI.              Prosedur Kerja

Adapun prosedur kerja pada percobaan ininadalah sebagai berikut :

1.      Masukan 8 gr Fenol kedalam labu dasar datar berukuran 1 L

2.      Tambahkan 10 ml Asam sulfat pekat ,lalu dikocok hingga timbul panas

3.      Panaskan labu tersebut diatas penangas air selama 30 menit , kemudian labu didinginkan dalam air es .

4.      Letakkan labu datar tersebut diatas balok kayu berukuran  10 ×10×3 cm kuadrat dalam lemari asam .

5.      Kemudian ditambahkan 30 ml asam nitrat pekat lalu kocok untuk beberapa menit .

6.      Campuran tadi didiamkan dan jangan diganggu ,biasanya akan terjadi reaksi dan uap coklat akan keluar dari dalam labu.

7.      Panaskan campuran dalam labu diatas penangas air selama 4,5 jam sambil dikocok

8.      Jika pemanasan telah sempurna tambahkan 100 ml air dan dinginkan labu dalam aie es.

9.      Saring kristal yang terbentuk dengan corong buncher kemudian cuci dengan air untuk menghilangkan asam-asam anorganik

10.  Kristalkan Kembali asam pikrat yang terbentuk dalam 90 ml campuran etanol dan air dengan perbandingan (1;2) lalu diuapkan

11.  Terakhir didinginkan untuk mendapatkan kristal asam pikratyang berwarna .

 

 

Link video terkait :

https://youtu.be/7es7kMAZyFY

 

Pertanyaan yang berdasarkan video tersebut :

1.      Mengapa  Disulfonasi dilakukan terlebih dahulu pada pembuatan asam pikrat ?

2.      Bertindak sebagai apakah asam sulfat H2SO4 disini ?

3.      Mengapa setelah ditambahkan 30 ml asam nitrat pekat akan terjadi reaksi berupa keluarnya uap coklat pada labu ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

  1. Assalamualaikum wr wb..Saya Thifani Aulia Putri Pane NIM A1C18009 akan menjawab permasalahan nomor 2. Asam sulfat (H2SO4) dalam reaksi tersebut bertindak sebagai pelindung fenol ketika terjadi reaksi nitrasi. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Saya Bella Veronica dengan NIM A1C118095 akan mencoba menjawab permasalahan Adinda nomor 1, kenapa dilakukan disulfonasi karena disulfonasi merupakan salah satu cara untuk menghasilkan rendemen yang tinggi yaitu dengan cara mencampurkan fenol cair ke dalam labu dasar bulat, lalu ditambahkan Asam sulfat pekat (H2SO4). Hal ini dapat menghasilkan asam yang sesuai atau asam yang diinginkan lalu tahap berikutnya setelah disulfonasi ini campuran tadi di campurkan dengan asam yang lain, asam yang lain disini maksudnya ialah asam nitrat nantinya dapat mengakibatkan perubahan struktur kimia atau reaksi yang mengakibatkan gugus-gugus asam akan tergantikan oleh si gugus nitro.
    Terimakasih 

    BalasHapus
  3. Nama saya jony erwin (098) disini saya akan menjawab permasalahan no 3
    karena disini HNO3 disini berfungsi sebagai penyedia gugus NO3 yang menghasilkan gugus sulfonat dan dilarutkan dengan aquades sehingga menghasilkan reaksi tsb

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

jurnal percobaan 10 " isolasi senyawa p-metoksi sinamat dari kencur

PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN 5 "PEMURNIAN GARAM DAPUR"