LAPORAN PERCOBAAN 13 UJI LEMAK
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Pada tabung reaksi 1, dimasukkan 5 tetes
minyak Ke dalam tabung reaksi kemudian ditambah 2 ml aquades. Lalu dikocok tabung reaksi selama 1 menit |
Untuk mengetahui adanya emulsi pada
lemak |
larutan
berwarna putih keruh |
|
2. |
Pada tabung reaksi 2, dimasukkan 5 tetes
minyak kedalam tabung reaksi, kemudian ditambah larutan sabun sebanyak 2 ml.
kemudian dikocok selama 1 menit. |
larutan berwarna putih susu. |
|
|
3. |
Pada tabung teaksi 3, dimasukan 5 tetes
minyak, kemudian tambhakan putih telur sebanyak 2ml, lalu di kocok selama 1
menit. |
larutan berwarna putih kekuningan di
bagian bawah dan putih susu di bagian atas. |
|
|
4. |
Pada tabung reaksi 3, dimasukkan 5 tetes
minyak, kemudian tambahkan santan sebanyak 2ml. kemudian dikocok selama 1
menit |
larutan berwarna putih susu. |
VIII.
DATA PENGAMATAN
IX. PEMBAHASAN
Berdasarkan kerangka dasarnya, lipida atau lemak dibedakan
menjadi lipida kompleks dan lipida sederhana. Golongan pertama dapat dihidrolisi
sedangkan golongan kedua tidak dapat dihidrolisi. Lipida kompleks dibagi
menjadi triasil gliseron, fosfolipida, sfingolipida, dan lilin. Asam lemak yang
terdapat di alam dapat dikelompokkan berdasakan jumlah atom C, taraf kejenuhan,
dan tingkat esensialitasnya.asam lemak yang tergolong dalam asam lemak esensial
antara lain adalah asam linoleatdan linolenat. Asam lemak tidak jenuh yang
banyak terdapat di alam adalah asam lemak beratom C16. Ikatan ganda (rangkap)
kalau hanya sebuah terdapat pada atom nomor 9, bilamana terdapat lebih dari
satu, maka ikatan atom C rangkap berikutnya terjadi dengan antara tiga buah
atom C
Percobaan ini dilakukan 4 perlakuan
berbeda, yaitu di tabung 1 isinya adaah 5 tetes minak dengan 2 ml aquadest
hasilnya larutannya berwarna keruh. Tabung 2 isinya aitu 5 tetes minyak dan 2
ml larutan sabun, hasil nya yaitu larutan berwarna putih susu. Tabung 3 isinya
5 tetes minyak dan 2 ml putih telur, hasilnya yaitu larutan berwarna putih
kekuningan dibagian bawah dan bagian atas berwarna putih susu yang mana bagian
atas ini adalah busa hasil dari pengocokan larutan. Tabung 4 isinya 5 tetes
minyak dan 2 ml santan, dan dihasilkan larutan berwarna putih susu.
X. Kesimpulan
- Jika
di bahan terdapat lemak maka akan mengalami emulsi dengan sempurna yang
ditunjukkan dengan adanya endapan (emulsi). Lemak yang teremulsi ini dalam
larutan emulsifier, hal ini dibuktikan dengan percobaan yang mana lemak hanya
bisa teremulsi dalam larutan emulsifier.
- Dari
kimiawinya, sabun itu adalah garam dari asam lemak yang rantainya panjang.
Garam ini terbentuk jika lemak atau minyak dipanaskan menggunakan alkali
sehingga gugus ester dari lemak itu sendiri.
XI.
PERTANYAAN PASCA
1.
Apa yang menyebabkan minyak dan putih telur tidak
menyatu pada uji ini ?
2.
apa yang menjadi factor penentu keberhasilan dalam
percobaan ini ?
3.
dalam percobaan
ini yang mana saja mengalami elmusi dengan stabil?
XII. DAFTAR PUSTAKA
Ariani,Destri,dkk.
2017. Studi Kualitatif dan Kuantitatif Minyak Goreng yang Digunakan
oleh
Penjual Gorengan di Kota Sumbawa.Jurnal Tambora.Vol 2 (3).
Fessenden
dan Fessenden.1990.Kimia Organik Edisi Ketiga Jilid 2.Jakarta:Erlangga.
Fitriana,
Y. A. N dan Fitri, A.S.2019. Uji Lipid pada Minyak Kelapa, Margarin dan
Gliserol.Jurnal
SAINTEKS. Vol 16 (1).
Mamuaja,
Christine F.2017.Lipida.Manado:Unsrat Press.
Tim
Kimia Organik II.2020.Penuntuk Praktikum Kimia Organik II.Jambi:Universitas
Jambi.
Saya Risa Novalina Ginting (A1C118070) akan menjawab permasalahan no 1. Yang menyebabkan minyak dan putih telur tidak bisa bersatu karena minyak bersifat non polar sedangkan putih telur bersifat polar. Non polar dan polar tidak akan bisa menyatu . Terimakasih
BalasHapusSaya Yupita Sri Rizki akan mencoba menjawab no 3 menurut saya Emulsi adalah campuran dari dua cairan yang biasanya tidak bergabung, seperti minyak dan air. Perlu ditambahkan zat tertentu yang bertindak sebagai pengemulsi, yang dapat membantu dua cairan dapat bercampur secara homogen dan stabil . Menurut farmakope edisi IV Emulsi adalah sistem dua fase yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain, dalam bentuk tetesan kecil. Stabilitas emulsi dapat dipertahankan dengan penambahan zat yang ketiga yang disebut dengan emulgator (emulsifying agent).
BalasHapusbaiklah saya Palma L Lubis akan mencoba menjawab permasalahan no 3 dimana faktor penetu dalam percobaan ini adalah jumlah larutan dan pengocokan nya terimaksih .mohon maaf jika ada kesalahan .
BalasHapus