JURNAL PERCOBAAN 6 " SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM "

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

 


 


 

 

 

 

 

 

 

     NAMA : ADINDA PUTRI

                                                      NIM       : A1C118008

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL,M.Si

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

 

 

PERCOBAAN VI

I.                    Judul                : Skrining Fitokimia Senyawa Bahan Alam

II.                 Hari/Tanggal    : Kamis , 25 November 2020

III.              Tujuan              : Adapun tujuan percobaan ini adalah

1. Dapat mengenal dan memahami Teknik-teknik skrining fitokimia bahan alam

2. Dapat  Mengetahui jenis-jenis pereaksi yang digunakan dalam skrining fitokimia bahan alam

3. Dapat Melakukan skrining fitokimia bahan alam dari suatu simplisia tumbuhan .

IV. Landasan teori :

Kandungan kimia yang terdapat pada makhluk hidup berdasarkan pada cara terbentuk dan fungsinya dapat dikelompokan atas dua kelompok besar yaitu metabolit primer yang merupakan senyawa organis yang terlibat dalam proses metabolism dalam makhluk hidup tersebut seperti karbohidrat , lipid ,protein dan asam amino . Kedua metabolit sekunder yang merupakan hasil samping proses metabolisme seperti alkanoid , steroida / terpenoida,flavonoida, fenolik, kumarin kuinon, saponin , lignan, dan glikosida dll, yang dikenal juga sebagai kimia bahan alam (Natural Product Chemsitry).  Secara umum keberadaan suatu kelompok metabolit sekunder dalam bagian tumbuhan atau makhluk hidup akan dapat bereaksi dengan pereaksi kimia tertentu. Menurut Fransworth (1966) yang dimaksud dengan skrining fitokimia adalah pemeriksaan kimia secara kualitatif terhadap senyawa- senyawa yang aktif bioligis yang terdapat dalam simplisia tumbuhan atau makhluk hidup lainnya, oleh karena pada umumnya yang merupakan senyawa aktif tersebut adalah senyawa -senyawa organic ,maka pemeriksaan skrining fitokimia terutama ditunjukan terhadap golongan senyawa- senyawa organic : alkanoid , steroid ,flavonoid ,fenolik ,kumarin ,kuinon , saponin ,tannin ,ligan dan glikosida. Pereaksi yang digunakkan untuk skrining fitokimia guna mengindentifikasiterhadap masing-masing jenis metabolit sekunder tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan larutan -larutan pereaksi wagner , pereaksi meyer dan dragenddorf . Untuk jenis steroid dan terpenoid dapat digunakan pereaksi Lieberman-bucnhard sedangkan untuk identifikasi flavonoid dapat digunakan pereaksi Shinoda dan larutan NAOH 10 % ( Tim Kimia Organik,2020).

Skrining Fitokmia bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolic sekunder yang terdapat dalam kulit batang jarak kepyar, hasilnya skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa fenolik ,flavonoid ,alkanoid dan sponin , ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakkan pelarut etanol 96% . Indonesia memiliki potensi kekayaan hayati yang melimpah sehingga perlu diteliti dan dimanfaatkan khususnya untuk berbagai bahan yang memiliki potensi sebagai bahan obat . Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif  karena mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan sehingga dia akan lebih stabil jika bereaksi dengan  molekul lainnya (Agustian,2017).

Sugium polyantum merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki banyak aktivitas farmakologi, daun salam dilaporkan mengandung flavonoid ,alkanoid , fenolik ,strenoid , terpenoid dan saponin.  Kandungan daun dalam senyawa tersebut adalah dimungkinkan juga memiliki oleh Sebagian korteks salam . Kandungan senyawa metabolit sekunder tumbuhan genus syzgium yang lain juga telah banyak telah dilaporkan penelitian mengenai kandungan senyawa metabolit sekunder pada salam telah banyak dilakukan ( Habibi,2018).

Krining fitokimia merupakan cara untuk mengidentifikasi bioaktifitas yang belom tampak melalui suatu tes atau pemeriksaan yang dapat dengan cepat memisahkan antara bahan alam yang memilki kandungan fitokimia tertentu dengan bahan alam yang tidak memilki kandungan fitokimia tertentu (Kristiani , 2008)

Skrining merupakan serbuk simplisa dan sampel dalam bentuk bbasah meliputi pemeriksaan kandungan senyawa alkanoid ,flavonoid ,terpenoida, keduanya ini merupakan golongan zat tambahan   sekunder yang terbesar ,pada umumnya alkanoid mencangkup senyawa yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen ,biasanya dalam gabungan sebagai bagian dari system siklik (Tayler, 2008).

V. Alat dan Bahan
a. Alat
- Tabung reaksi 20 bh
- Erlenmeyer 250 ml
- Plat tetes
- Gelas kimia 200ml
- Pipet tetes
- Lumping
- Corong gelas
- Gelas ukur
   
b. Bahan
- Pereaksi Dragendorf
- Kloroform
- NaOH padatan
- Pereaksi Meyer
- Etanol
- Brusin
- Pereaksi Wagner
- Methanol
- Iodine
- Shinoda
- Heksan
- KI
- Pandan
- Kayu manis
- Belimbing wuluh
- Sereh
- Jeruk purut



VI. Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut :
a)   Pemeriksaan Alkaloida
1.    Dihaluskan simplisia tumbuhan sebanyak 2-4 gr pada lumpang dengan menambahkan sedikit kloroform dan pasir bersih (silica).
2.    Bahan tumbuhan yang sudah halus dibasahi dengan 10ml kloroform, lalu gerus lagi dan ditambahkan 10 ml kloroform amoniak 1/20 N dan gerus lagi.
3.    Saring bahan yang telah digerus tadi kedalam tabung reaksi, tambahkan 10 tetes larutan asam sulfat 2N, lalu dikocok.
4.    Dipisahkan dan didekantasikan lapisan asam kedalam tiga tabung reaksi kecil dan masing-masing tabung ditambahkan dengan satu tetes pereaksi Meyer, Wagner, dan Dragendorf.
b)   Pemeriksaan Steroid dan Terpenoid
1.    Dimasukkan simplisia tumbuhan 5 gr kering yang telah dirajang halus kedalam erlenmeyer 250 ml. Lalu tambahkan dengan 25 ml etanol dan diaduk-aduk.
2.    Panaskan diatas penangas air selama 10 menit (jangan menggunakan api langsung), dan saring dalam keadaan panas.
3.    Diuapkan filtrat pelarutnya dengan rotary evaporator atau dengan menggunakan penangas air sehingga diperoleh ekstrak pekat etanol.
4.    Dititrasi ekstrak pekat etanol dengan sedikit eter dan beberapa tetes larutan eter ditempatkan dalam 2 lobang plat tetes dan biarkan kering.
5.    Ditambahkan 2-3 tetes anhidrida asam asetat, diaduk dengan hati-hati.
6.    Ditambahkan 1 tetes asam sulfat pekat dan amati perubahan warna yang terbentuk.
7.    Periksalah reaksi dengan menambahkan asam sulfat pekat pada lobang plat tetes yang satu lagi, amati warna yang terjadi. Kalau terbentuk warna yang sama sangat boleh jadi contoh tumbuhan yang diperiksa tidak mengandung terpenoida tapi senyawa lain yang bereaksi dengan asam sulfat pekat.
c)    Pemeriksaan Flavonoida
1.    Diekstrasksi 0,5 gr simplisia tumbuhan yang telah dihaluskan dengan 10 ml etanol panas selama 5 menit dalam tabung reaksi.
2.    Disaring hasil ekstrak dan filtratnya ditambahkan beberapa tetes HCl pekat, lalu ditambahkan lebih kurang 0,2 gr bubuk magnesium. Bila timbul warna merah tua, menandakan contoh mengandung flavonoid. Cara uji teknik shinoda (Mg+HCl).
3.    Cara lain pengujian flavonoid, dengan menambahkan ekstrak etanol diatas dengan 2 tetes NaOH 10% . adanya flavonoid ditandai dengan perubahan warna kuning-orange merah.
d)   Pemeriksaan Saponin
1.    Dimasukkan lebih kurang 0,5 gr bahan tumbuhan kedalam tabung reaksi, lalu tambahkan 10 ml air panas dan biarkan menjadi dingin kemudian dikocok selama 10 detik.
2.    Bila terbentuk busa yang stabil setinggi 1-10cm selama 10 menit tidak hilang saat penambahan 1 tetes asam klorida 2N pada perlakuan ini, berarti tes saponin adalah positif.
e)    Pemeriksaan Kuinon
Dipotong-potong halus simplisia tumbuhan, kemudian diekstraksi dengan eter. Jika warna contoh yang diuji masuk kedalam pelarut eter boleh jadi zat warna yang ada adalah kuinon.
f)    Pemeriksaan Kumarin
Ekstrak metanol atau ekstrak dari simplisia tumbuhan dapat dideteksi keberadaan kumarinnya dengan cara ekstrak etanol atau metanol dari contoh kromatografi lapis tipis, dengan menggunakan eluen etil asetat atau etil asetat : metanol (9:1) atau (8:2). Dibawah sinar ultraviolet gelombang panjang 360 nm kumarin biasanya akan berfloresensi biru dan kalau noda ini diberi uap ammonium akan terlihat noda yang berwarna kuning.

Link video terkait :

 

 

 

Pertanyaan :

1.      Apa fungsi penambahan pereaksi wagner pada percobaan ini ?

2.      Apa fungsi penambahan pereaksi meyer pada percobaan ini ?

3.      Mengapa pada video yang terkait proses skrinning fitokimia ini ditujukan terhadap golongan senyawa-senyawa organikseperti: flavonoida, kumarin, kuinon, sapoin, tannin, alkaloida dll nya ?

  

 

 

 


 


Komentar

  1. Saya Risa Novalina Ginting (070) akan menjawab permasalahan no 1.
    Pengaruh Penambahan Reagen Wagner tersebut adalah alkaloid akan bereaksi
    sehingga membentuk endapan.
    Terimakasih

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Vika Seputri (086) akan mencoba menjawab permasalahan no. 3
    golongan senyawa-senyawa organik seperti: flavonoida, kumarin, kuinon, sapoin, tannin, alkaloida dll yang digunakan kebanyakan bersifat polar sehingga bisa berinteraksi dengan sampel berdasarkan prinsip ‘like dissolve like’.
    Terimakasih

    BalasHapus
  3. Baiklah saya akan mencoba menjawab no 2 disini penambahan Mayar yaitu untuk mendeteksi keberadaan alkaloid di dalam estrak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 1 PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT

jurnal percobaan 10 " isolasi senyawa p-metoksi sinamat dari kencur

PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN 5 "PEMURNIAN GARAM DAPUR"